Warung Sembako LuMart

 

Warung sembako, warung yang menjual kebutuhan sehari-hari, adapun sembako adalah singkatan dari kata sembilan bahan pokok kebutuhan sehari-hari.

Usaha sembako tetap masih menjadi peluang bisnis yang menjanjikan meskipun supermarket dan minimarket kini sudah menjamur baik di kota maupun di desa. Bagaimana tidak, modal yang dikeluarkan untuk membuka usaha sederhana ini tidak terlalu besar, tapi pembelinya akan selalu ada. Dari fenomena tersebut, ide untuk membuat Warung Sembako muncul.

Warung Sembako dianggap masih relevan cocok untuk dijadikan sebuah usaha bisnis. Setiap hari, masyarakat masih mempercayakan Warung Sembako sebagai tempat pembelian kebutuhan pokok sehari-hari untuk membuka Warung Sembako di sekitar rumah adalah pilihan yang tepat. 

 

Visi Warung Sembako Lumart

1. Menjadi solusi pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat di sekitar perumahan. 

2. Menjadi Warung Sembako yang mudah dijangkau.

3. Menjadi Warung Sembako yang menyajikan produk-produk kebutuhan pokok lengkap dengan berbagai variasi merek.

 

Misi Warung Sembako Lumart

1. Mendapatkan kepuasan dari pembeli.

2. Mendapatkan kepercayaan dari pembeli

3. Memperoleh keuntungan dari penjualan produk kebutuhan pokok.

4. Memberikan layanan terbaik bagikepada pembeli. 

 

Tujuan

Tujuan membuka Warung Sembako adalah untuk memupuk jiwa kewirausahaan dan memberikan solusi atas masalah ketersediaan tempat berbelanja kebutuhan pokok di sekitar rumah. 

 

Analisis SWOTStrength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) di Warung Sembako LuMart

1.      Kekuatan (Strength) atau kelebihan:

*Target pasar mudah dijangkau karena menjual barang dagang yang diperlukan sehari-hari. 

            *Tempat strategis karena terletak di lingkungan perumahan. 

*Mayoritas barang dagang dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama. Jadi tidak mudah rusak meskipun disimpan di tempat penyimpanan.

2.      Kelemahan (Weakness):

Garasi yang dijadikan tempat toko berukuran tidak terlalu besar, sehingga tidak memiliki   gudang khusus untuk menyimpan stok barang. 

3.      Kesempatan (Opportunity) atau peluang:

            Belum ada Warung Sembako yang terdekat di sekitar lokasi usaha.

 Ancaman (Threat):

Persaingan harga antara Warung Sembako satu dan lainnya sedikit, jadi harus pintar menentukan harga pokok dan mengambil selisih keuntungan.

 

MANAJEMEN KEGIATAN OPERASIONAL USAHA

 

Sistem Kegiatan Operasional

Kegiatan operasional Warung Sembako LuMart dimulai jam 08.00. Biasanya kedua pegawai sudah membuka toko sejak 07.45 untuk persiapan. Lalu akan dilanjutkan dengan pelayanan transaksi jual beli hingga pukul 20.00. Pembelian barang dagang dilakukan secara berkala, sesuai dengan ketersediaan produk kebutuhan pokok yang ada. 

 

Produk Kebutuhan Pokok yang Tersedia

Warung Sembako LuMart menjual berbagai macam produk kebutuhan pokok yang disertai variasi merek, diantaranya:

            *Beras.

            *Minyak goreng.

            *Telur.

            *Gula pasir

            *Gula aren.

            *Garam.

            *Mie instan.

            *Tepung Terigu.

            *Makanan & minuman ringan.

            *Sabun cuci pakaian.

            *Sabun cuci piring.

            *Perlengkapan mandi; shampo, sabun, pasta gigi, dll 



RANCANGAN BIAYA DAN PENDAPATAN

 

Modal awal                                                    : Rp. 50.000.000,00

Modal biaya peralatan                                    : Rp. 7.000.000,00

Biaya perlengkapan dan lain-lain                   : Rp. 3.000.000,00

Total Modal menjadi                                    : Rp. 20.000.000,00   

 

Produk yang dijual

Beras 6 karung x Rp.125.000                         : Rp.760.000,00

Indomie 5 dus x Rp.80.000                             : Rp.400.000,00

Telor 1 peti  x Rp.200.000                              : Rp.200.000,00

Gula 1 karung x Rp.150.000                           : Rp.150.000,00

Tepung terigu 1 karung x Rp.100.000            : Rp.100.000,00

Minyak goreng 1lt (6 pcs) x Rp.20.000          : Rp.120.000,00

Sabun mandi 5 pack x Rp.10.000                   : Rp. 50.000,00

Shampo 5 pack x Rp.10.000                           : Rp. 50.000,00        

Pasta gigi 5 pack x Rp.10.000                        : Rp. 50.000,00

Makanan ringan 5 dos x Rp. 50.000               : Rp. 250.000,00

Minuman ringan 5 dos x Rp 60.000               : Rp. 300.000,00   

Total laba kotor sebulan                              : Rp. 2.430.000,00

 

Gaji karyawan 2 x Rp. 600.000,00                 : Rp. 1.200.000,00

Tagihan listrik                                                 : Rp. 300.000,00  

Total beban usaha                                         : Rp. 1.500.000,00  

 

Laba bersih = Total laba kotor - total beban usaha

= Rp. 2.430.000,00 - Rp.  1.500.000,00

= Rp 930.000.

 

Jadi, Warung Sembako LuMart akan mendapatkan laba bersih sebesar Rp 930.000 selama sebulan. 

 

PENUTUP 

Pendirian Warung Sembako LuMart merupakan suatu peluang usaha yang menjanjikan. Apalagi dengan adanya kondisi lokasi yang strategis dan menjual kebutuhan pokok di tempat ramai disebuah perumahan. Warung Sembako bisa juga menjadi solusi bagi permasalahan ibu rumah tangga yang malas berbelaja jauh. 


Penulis : Lulu Munawaroh

(Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Pamulang)

Komentar